Jumat, 28 Juli 2017

Kasihan, Berkas Pensiunan di Barru Digunakan Ambil Kredit

Hai Sabat - Tafsir Mimpii apa ada bertanya-tanya tentang mimpi anda, terkadnag saat kita mengalami yang namanya mimpi kita menjadi penasaran apa yang terjadi dikemudian hari. Apalagi mimpi yang anda alami sedikit menyeramkan dan mungkin penuh dengan misteri. Nah untuk menjawab itu semua ada yang menamakanya dengan tafsir mimpi ada juga yang menamakanya dengan primbon mimpi. Namun dalam portal ini untuk mempermudah dalam tata bahasa yang mudah dipahaminya kami menulisnya dengan kata arti mimpi yang enak digengar dan bisa dipahami semua kalangan. Bicara mengenai arti mimpi apakah anda pernah mengalami mimpi Kasihan, Berkas Pensiunan di Barru Digunakan Ambil Kredit yang mingkin ada akan bertanya-tanya.apa ya artinya. Tapi bagi sebagian orang yang tidak menghiraukan akan mimpi mereka cuma mengaggapnya sebagai bunga tidur semata. Tanpa pedulu dengan rasa ingin tahu yang dikandungnya.

Tafsir Mimpi Kasihan, Berkas Pensiunan di Barru Digunakan Ambil Kredit senarnnya banyak mengandung arti didalamnya dalam ilmu Kejawen atau budaya kuno tradisi lama banyak yang menceritakan akan kandungan arti mimpi tersebut. Sebut saja Primbon mimpi jawa atau zodiak mimpi pasti kamu akan mudah untuk menemukanya.Mimpi Kasihan, Berkas Pensiunan di Barru Digunakan Ambil Kredit ini biasanya pernah dialami oleh sebagian orang dan mungkin bisa dikatakan pasti anda sudah pernah mengalaminya karena mimpi ini sifatnya umum. Dan maksudnya pun jelas hanya ingin menyatakan atau meberikan firast kabar mimpi dengan sang yang bermimpi. Atau sekedar mengingatkan kita.

Oke saja tanpa basi-basi dan panjang lebar tentang Kasihan, Berkas Pensiunan di Barru Digunakan Ambil Kredit mari kita simak penjelasanya berikut ini, semoga dengan penjelasan singkat ini kita bisa dengan mudah untuk memahaminya. Tanpa adanya maksud dan tujuan apa-apa. Yang jelas kepercayaan akan kami kembalikan sepenuhnya pada pembaca arti mimpi yang budiman. Terlepas akan kebenaranya dan kerpercayaan anda menyikapi hal ini.

Ada-ada saja otak licik oknum pegawai kantor pos untuk mencari keuntungan sendiri tanpa memikirkan orang lain. Seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Barru. Seorang oknum pegawai kantor pos memanfaatkan berkas puluhan pensiunan untuk peminjaman dana di koperasi. Tersangka berinisial JD, menjadikan 80 berkas pensiunan untuk mencairkan dana pinjaman di Koperasi Mappasilele tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Perbuatan tak bertanggungjawab itu telah dilakukannya sejak tahun 2015, dan baru diketahui setelah pembayaran peminjaman tersebut tersendat. Pihak Koperasi Simpan Pinjam Mappasilele, Abd Rahman menjelaskan, pembayaran untuk bulan ini sama sekali tidak ada. “Uang yang diambil sekitar Rp 300 juta, kalau dihitung dengan bunga ada sekitar Rp 600 juta,” ungkapnya. Awalnya, kata Rahman, pihak koperasi tidak mau membawa persoalan ini ke polisi karena pelaku berniat menyelesaikannya secara kekeluargaan, dengan memberikanjaminan sertifikat. “Kami beri kesempatan, namun ia tidak bisa, jadi kami bawa ke polisi. Kalau dihitung secara keseluruhan uang yang telah diambil, setiap bulan harus bayar Rp 70 juta,” jelasnya.
Atas laporan tersebut, kepolisian telah menetapkan JD sebagai tersangka karena diduga melakukan penipuan dan pemalsuan data. Kapolres Barru, AKBP Dr Burhaman, yang dikonfirmasi, Rabu 26 Juli, membenarkan adanya aksi penipuan yang dilakukan pegawai kantor pos dengan menggunakan berkas para PNS yang sudah pensiun untuk mengambil uang di Koperasi Mappasilele. “Kasus ini terungkap setelah pihak koperasi melaporkan perbuatan pelaku ke polisi. Mengambil uang di koperasi sejak 2015 lalu,” tambah Kapolres

SUMBER BACAAN :  http://ift.tt/2v5xFj5

Judul :Kasihan, Berkas Pensiunan di Barru Digunakan Ambil Kredit
Link :Kasihan, Berkas Pensiunan di Barru Digunakan Ambil Kredit

Artikel terkait yang sama:


Kasihan, Berkas Pensiunan di Barru Digunakan Ambil Kredit

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kasihan, Berkas Pensiunan di Barru Digunakan Ambil Kredit

0 komentar:

Posting Komentar