Kamis, 21 September 2017

Ini Dia 11 Bangunan Saksi Kekejian Belanda di Tambang Emas Hitam

Hai Sabat - Tafsir Mimpii apa ada bertanya-tanya tentang mimpi anda, terkadnag saat kita mengalami yang namanya mimpi kita menjadi penasaran apa yang terjadi dikemudian hari. Apalagi mimpi yang anda alami sedikit menyeramkan dan mungkin penuh dengan misteri. Nah untuk menjawab itu semua ada yang menamakanya dengan tafsir mimpi ada juga yang menamakanya dengan primbon mimpi. Namun dalam portal ini untuk mempermudah dalam tata bahasa yang mudah dipahaminya kami menulisnya dengan kata arti mimpi yang enak digengar dan bisa dipahami semua kalangan. Bicara mengenai arti mimpi apakah anda pernah mengalami mimpi Ini Dia 11 Bangunan Saksi Kekejian Belanda di Tambang Emas Hitam yang mingkin ada akan bertanya-tanya.apa ya artinya. Tapi bagi sebagian orang yang tidak menghiraukan akan mimpi mereka cuma mengaggapnya sebagai bunga tidur semata. Tanpa pedulu dengan rasa ingin tahu yang dikandungnya.

Tafsir Mimpi Ini Dia 11 Bangunan Saksi Kekejian Belanda di Tambang Emas Hitam senarnnya banyak mengandung arti didalamnya dalam ilmu Kejawen atau budaya kuno tradisi lama banyak yang menceritakan akan kandungan arti mimpi tersebut. Sebut saja Primbon mimpi jawa atau zodiak mimpi pasti kamu akan mudah untuk menemukanya.Mimpi Ini Dia 11 Bangunan Saksi Kekejian Belanda di Tambang Emas Hitam ini biasanya pernah dialami oleh sebagian orang dan mungkin bisa dikatakan pasti anda sudah pernah mengalaminya karena mimpi ini sifatnya umum. Dan maksudnya pun jelas hanya ingin menyatakan atau meberikan firast kabar mimpi dengan sang yang bermimpi. Atau sekedar mengingatkan kita.

Oke saja tanpa basi-basi dan panjang lebar tentang Ini Dia 11 Bangunan Saksi Kekejian Belanda di Tambang Emas Hitam mari kita simak penjelasanya berikut ini, semoga dengan penjelasan singkat ini kita bisa dengan mudah untuk memahaminya. Tanpa adanya maksud dan tujuan apa-apa. Yang jelas kepercayaan akan kami kembalikan sepenuhnya pada pembaca arti mimpi yang budiman. Terlepas akan kebenaranya dan kerpercayaan anda menyikapi hal ini.


LAMPUNGUPDATE.COM - Sawahlunto. Namanya tak sebeken kota-kota besar di Indonesia. Letaknya cukup jauh dari ibu kota Sumatera Barat; sembilan puluh tiga kilometer sebelah timur Kota Padang. Posisinya di daerah dataran tinggi bagian Pegunungan Bukit Barisan.

Sawahlunto sempat menjadi kota mati setelah aktivitas penambangan batu bara di sana dihentikan. Barangkali karena itulah Sawahlunto kurang diingat orang, sekurang-kurangnya tak sementereng citra Padang atau Bukittinggi, dua kota besar di Sumatera Barat.
 

Padahal dahulu Sawahlunto adalah kota sibuk dan hidup, terutama setelah pemerintah kolonial Belanda mulai mengeksploitasi habis-habisan tambang batu bara di sana. Segala infrastruktur pendukung penambangan si emas hitam itu dibangun--jalur kereta api, jalan raya, jembatan, permukiman, gedung perkantoran, gedung pertunjukan, rumah sakit, tempat ibadah, dan lain-lain.

Sawahlunto kini menggeliat dan bertransformasi menjadi daerah destinasi wisata kota tua; kota yang meninggalkan jejak-jejak sejarah pemerintahan kolonial Hindia Belanda pada lebih seratus tahun lampau. Hampir semua bangunan dan infrastruktur tambang yang dibangun kompeni, yang sempat dibiarkan terbengkalai sekian lama, dihidupkan lagi.

Sebagian besar bangunan memang pernah direnovasi tetapi sama sekali tidak mengubah struktur atau bentuk asli. Kalau pun ada bangunan baru, itu hanya semacam ornamen penegas nilai historis kota yang didirikan berdasarkan hasil penelitian insinyur Willem Hendrik de Greve tersebut.

VIVA.co.id berkesempatan menelusuri bangunan-bangunan maupun objek-objek bersejarah di kota yang didirikan pada 1888 itu. Menelusuri jejak-jejak aktivitas penambangan seolah merasai juga kehidupan pribumi yang dipaksa bekerja tanpa upah, di antaranya keberadaan Orang Rantai; pekerja yang diikat dengan rantai pada kedua kakinya yang saling mengikat satu dengan lainnya. Berikut ini ulasan ringkasnya.

1. Bangunan Info Box

Destinasi wisata kota tua di Sawahlunto, Sumatera Barat.

Info Box adalah sebuah bangunan bekas tempat stock field (penumpukan batubara) yang digali dari Lobang Tambang Batu Bara Mbah Soero pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Selain menjadi tempat penumpukan batu bara hasil galian Orang Rantai, bangunan Info Box pada 1947 digunakan sebagai Gedung Pertemuan Buruh (GPB), juga sebagai tempat hiburan sekaligus tempat bermain judi bagi para buruh pekerja tambang yang tinggal di sekitar kawasan Tanah Lapang dan Air Dingin.

2. Kantor Pegadaian Sawahlunto

pesona wisata Sawahlunto

Bangunan kantor Pegadaian Sawahlunto ini terletak di kawasan Jalan Ahmad Yani. Dahulu pada 1817, gedung yang dibangun oleh Sian Seng Wong A Lan pada masa pemerintahan Hindia Belanda itu bernama Roemah Komidi, yang difungsikan sebagai tempat hiburan komedi stambul, yakni seni pertunjukan yang menggabungkan drama lama dan baru dari kebudayaan Cina, India, Melayu, dan Eropa yang bertujuan menghibur para pekerja tambang batu bara Ombilin.

3. Rumah dr Ichsan

pesona wisata Sawahlunto

Rumah dr Ichsan awalnya adalah gedung yang dibangun pemerintah Hindia Belanda untuk tempat tinggal para pejabat kolonial pada masa itu. Setelah Indonesia merdeka, bangunan itu ditinggali dr Ichsan, seorang dokter yang bertugas di Sawahlunto. Kini rumah itu masih diperuntukkan bagi dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Sawahlunto.

4. Silo dan Sizing Plant

Destinasi wisata kota tua di Sawahlunto, Sumatera Barat.

Bangunan Silo dan Sizing Plant adalah tempat pengolahan dan penampungan batu bara. Terdapat tiga silo besar setinggi 40 meter. Selain tiga unit silo berukuran raksasa, di lokasi yang menjadi saksi bisu kejayaan tambang batu bara di Kota Sawahlunto itu juga terdapat beberapa bangunan seperti Gedung Transport dan Bengkel Utama. Silo dan Sizing Plant dibangun dengan struktur teknologi modern, yakni menggunakan prinsip struktur-membran. Silo dan Sizing Plant kini tak lagi digunakan sesuai fungsinya, dan dijadikan salah satu destinasi wisata sejarah tambang Kota Sawahlunto.

5. Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto

pesona wisata Sawahlunto

Gedung ini dibangun pada tahun 1910 dengan nama Gluck Ant, yang diperuntukkan sebagai gedung pertemuan (societeit) atau tempat pejabat kolonial Belanda berkumpul, minum, berdansa, dan bernyanyi. Bangunan itu mencirikan arsitektur khas Eropa, khususnya pada bagian dan penampilan di atas bangunan utama yang menyatu dengan atap bangunan. Bangunan utama dipakai sebagai perkantoran, sementara bagian depan berupa teras yang mengelilingi setengah bangunan dipakai sebagai ruang tunggu.

6. Situs Makam Belanda

Destinasi wisata kota tua di Sawahlunto, Sumatera Barat.

Situs Makam Belanda yang berada di kawasan Lubang Panjang adalah salah satu bukti nyata kejayaan Belanda di masa lampau. Bahkan Makam Belanda di kawasan itu diyakini satu-satunya kompleks permakaman Belanda di Sumatera Barat. Tercatat 90 unit makam dan dilengkapi nisan yang terbuat dari beton bertulang, lengkap dengan tulisan nama-namanya.

7. Gereja Katolik Santa Barbara Sawahlunto

Destinasi wisata kota tua di Sawahlunto, Sumatera Barat.

Gedung Gereja Katolik Santa Barbara Sawahlunto kali pertama dibangun pada 1920. Gereja itu didirikan oleh beberapa orang Belanda yang bekerja di tambang, dan diperuntukkan bagi anak-anak Belanda serta anak-anak pekerja tambang. Gereja itu menjadi tempat persembahyangan orang-orang kolonial maupun penduduk pendatang yang beragama Katolik. Kini, gereja itu masih digunakan sebagai tempat ibadah umat Nasrani di Sawahlunto dan dikelola oleh Yayasan Prayoga Padang.

8. Masjid Agung Nurul Islam

pesona wisata Sawahlunto

Bangunan ini dahulu adalah sentral listrik (PLTU) yang dibangun pada 1894. Namun pada 1924, bangunan itu tidak lagi menjadi pembangkit listrik karena PLTU dipindahkan ke daerah Salak. Di bawah bangunan ini terdapat banker yang dipergunakan para pejuang kemerdekaan sebagai gudang senjata seperti granat dan senjata lainnya. Sekira tahun 1930, bangunan itu kemudian dialihfungsikan sebagai masjid yang diberi nama Masjid Agung Nurul Islam.

9. Museum Lubang Tambang Mbah Soero

Destinasi wisata kota tua di Sawahlunto, Sumatera Barat.

Lubang Tambang Mbah Soero mulai digali pada 1898, pekerjanya adalah Orang Rantai yang dipaksa menambang oleh pemerintah Hindia Belanda. Kala itu, Orang Rantai diawasi seorang bernama Mbah Soero. Lubang tambang Mbah Soero adalah lubang tambang batu bara pertama di Patahan Soegar, dan ditutup sebelum tahun 1930 karena tingginya rembesan air. Lubang itu kemudian dibuka lagi pada tahun 2007 dan dijadikan objek wisata sejarah tambang dengan nama Lobang Tambang Mbah Soero.

10. Kantor PT Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin

Destinasi wisata kota tua di Sawahlunto, Sumatera Barat.

Gedung itu dibangun kali pertama pada 1916 dengan nama Ombilin Meinen yang berfungsi sebagai Kantor Pertambangan. Hingga kini, bangunan masih berfungsi sebagai Kantor Pertambangan PT Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin. Di bangunan itu juga terdapat tower yang bagian tengahnya terdapat jam.

11. Museum Gudang Ransum

Destinasi wisata kota tua di Sawahlunto, Sumatera Barat.

Museum Gudang Ransum dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1918, setelah Willem Hendrik De Greve menemukan batu bara di Sawahlunto. Museum Gudang Ransum dahulu adalah dapur umum pertama di Indonesia yang sanggup memasak nasi dalam skala besar. Gudang Ransum mampu memasak empat ton beras per hari berikut logistik lain guna memenuhi ransum atau makanan bagi 10 ribu pekerja tambang, tentara Belanda, dan pasien rumah sakit di kota itu hingga Agresi Militer II. (*)

Judul :Ini Dia 11 Bangunan Saksi Kekejian Belanda di Tambang Emas Hitam
Link :Ini Dia 11 Bangunan Saksi Kekejian Belanda di Tambang Emas Hitam

Artikel terkait yang sama:


Ini Dia 11 Bangunan Saksi Kekejian Belanda di Tambang Emas Hitam

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Ini Dia 11 Bangunan Saksi Kekejian Belanda di Tambang Emas Hitam

0 komentar:

Posting Komentar