Kamis, 09 November 2017

Pembukaan Lahan Ancam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat

Hai Sabat - Tafsir Mimpii apa ada bertanya-tanya tentang mimpi anda, terkadnag saat kita mengalami yang namanya mimpi kita menjadi penasaran apa yang terjadi dikemudian hari. Apalagi mimpi yang anda alami sedikit menyeramkan dan mungkin penuh dengan misteri. Nah untuk menjawab itu semua ada yang menamakanya dengan tafsir mimpi ada juga yang menamakanya dengan primbon mimpi. Namun dalam portal ini untuk mempermudah dalam tata bahasa yang mudah dipahaminya kami menulisnya dengan kata arti mimpi yang enak digengar dan bisa dipahami semua kalangan. Bicara mengenai arti mimpi apakah anda pernah mengalami mimpi Pembukaan Lahan Ancam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang mingkin ada akan bertanya-tanya.apa ya artinya. Tapi bagi sebagian orang yang tidak menghiraukan akan mimpi mereka cuma mengaggapnya sebagai bunga tidur semata. Tanpa pedulu dengan rasa ingin tahu yang dikandungnya.

Tafsir Mimpi Pembukaan Lahan Ancam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat senarnnya banyak mengandung arti didalamnya dalam ilmu Kejawen atau budaya kuno tradisi lama banyak yang menceritakan akan kandungan arti mimpi tersebut. Sebut saja Primbon mimpi jawa atau zodiak mimpi pasti kamu akan mudah untuk menemukanya.Mimpi Pembukaan Lahan Ancam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat ini biasanya pernah dialami oleh sebagian orang dan mungkin bisa dikatakan pasti anda sudah pernah mengalaminya karena mimpi ini sifatnya umum. Dan maksudnya pun jelas hanya ingin menyatakan atau meberikan firast kabar mimpi dengan sang yang bermimpi. Atau sekedar mengingatkan kita.

Oke saja tanpa basi-basi dan panjang lebar tentang Pembukaan Lahan Ancam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat mari kita simak penjelasanya berikut ini, semoga dengan penjelasan singkat ini kita bisa dengan mudah untuk memahaminya. Tanpa adanya maksud dan tujuan apa-apa. Yang jelas kepercayaan akan kami kembalikan sepenuhnya pada pembaca arti mimpi yang budiman. Terlepas akan kebenaranya dan kerpercayaan anda menyikapi hal ini.


JAMBI, LAMPUNGUPDATE.COM - Ancaman pembukaan lahan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, masih tinggi sehingga harus dilakukan optimalisasi pengelolaan sumber daya alam lestari.

"Separuh kawasan di Kerinci ini kawasan konservasi, jumlah penduduk semakin bertambah dan kebutuhan lahan juga meningkat, sehingga jika optimalisasi pengelolaan lahan yang terlantar ini tidak dilakukan, maka tekanan ke kawasan TNKS semakin tinggi," kata Direktur Sumatra Sustainable Support (SSS Pundi Sumatera), Sutono, dalam keterangannya di Kerinci, Kamis.

Sutono menyebut, ancaman dan tekanan pembukaan perladangan di kawasan Taman Nasional itu masih tinggi dan bisa terjadi karena masyarakat kurang mengoptimalkan lahan yang terlantar, sehingga dikuatirkan membuka ladang di kawasan konservasi itu.

Sementara saat ini di Kabupaten Kerinci diperkirakan terdapat lahan terlantar seluas 15.700 hektare, baik yang terdapat dalam kawasan kesatuan pemangku hutan produksi (KPHP) dan areal penggunaan lain (APL) yang belum dioptimalkan masyarakat.

Atas kondisi tersebut, Pundi Sumatera bersama konsorsium Greendev yang didukung pendanaan MCA-Indonesia melakukan pembinaan dan pendampingan dalam upaya peningkatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan lahan terlantar dan kritis melalui program optimalisasi sumber daya alam.

Ia berpendapat, pertumbuhan penduduk merupakan syarat perlu untuk meningkatkan kesejahteraan dan kondisi ekonomi yang lebih sejahtera akan menjamin kelestarian lingkungan.

Sebab itu, pihaknya melakukan pendampingan lapangan kepada 100 orang petani yang tergabung dalam dua kelompok tani di Blok Perladangan Bukit Bulat, Desa Sungai Tengah, Kecamatan Kayu Aroma Barat, Kerinci, untuk mengoptimalkan kawasan lahan terlantar dengan menanam komoditas Kopi Arabika Kerinci.

Selama ini kelompok tani yang ikut dalam program tersebut meninggalkan kawasan itu, karena ketidakjelasan legalitas status kawasan dan lahannya tidak bisa diolah karena kehilangan kesuburan.

Sehingga, kata Sutono, perlu adanya pendampingan terhadap legalitas kawasan yang ditanami masyarakat melalui pilihan skema perhutanan sosial dan diskusi yang dilakukan petani dengan menyepakati skema hutan kemasyarakatan.

"Konsep tersebut kami mencoba membidik skema akses perhutanan sosial, program ini memberikan peluang yang memang ditunjukkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Hal itu yang kita dorong untuk dimanfaatkan kembali," katanya menjelaskan.

Kawasan lahan terlantar yang sedang dikerjakan oleh dua kelompok tani tersebut seluas 100 hektare dari luas keseluruhan 500 hektare, dengan ditanami komoditas Kopi Arabika Kerinci.

Dipilihnya kopi sebagai komoditas yang dikembangkan itu karena memiliki potensi dan nilai jual yang baik dan juga menyita waktu cukup banyak, sehingga kekhawatiran tekanan pembukaan lahan perladagangan di kawasan TNKS akan berkurang.

"Dengan pemanfaatan lahan kritis secara maksimal itu, maka secara otomatis mengurangi tekanan di kawasan hutan konservasi," katanya pada saat tanam perdana kopi Arabika Kerinci di kawasan perladangan Bukit Bulat, Kerinci.

Selain pendampingan dan penguatan dalam program atas dukungan lembaga donor tersebut, juga dilakukan pada proses pembibitan dan penanaman, dengan total bibit kopi yang disediakan sebanyak 100 ribu batang dan 30 ribu bibit tanaman kayu Surian dan Medang Hijau yang digunakan sebagai tanaman penyangga.

"Jadi kelompok petani yang menjadi binaan kita itu, kita berikan bibit dan kami berikan pendampingan supaya mereka mengoptimalkan lahan yang ada ini, dan jangan sampai merambah di kawasan," jelas Sutono. (*)


Judul :Pembukaan Lahan Ancam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat
Link :Pembukaan Lahan Ancam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat

Artikel terkait yang sama:


Pembukaan Lahan Ancam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pembukaan Lahan Ancam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat

0 komentar:

Posting Komentar